Saturday, May 29, 2010

ketika pencil bertemu dengan penghapus

Pensil: kamu tahu, Aku benar-benar minta maaf.

Penghapus: untuk apa? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun.

PensilL Aku minta maaf, karena kamu tersakiti karena aku. Setiap aku membuat kesalahan, kamu selalu ada untuk menghapusnya. Tapi setiap kamu membuat kesalahan ku hilang, kamu kehilangan bagian dari dirimu. Kamu semakin kecil dan kecil setiap waktu.

Penghapus: Itu benar, tapi aku tidak perduli. Kamu kan tahu, aku dibuat untuk itu. Aku dibuat untuk membantu kamu setiap kamu melakukan kesalahan. Meskipun, suatu hari nanti, aku tahu aku akan hilang dan kamu harus mengganti aku dengan yang baru, aku benar" senang dengan pekerjaanku. Jadi kumohon, jangan khawatir. Aku benci melihat mu sedih.


1 komentar:

mift said...

pensil e g usah bwt nulis wae..ben pghpuse zo ra entek....ckckckck

Post a Comment